Sumbawa Gelar Pelatihan Pembelajaran Berbasis Level Kemampuan (TaRL) untuk Guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah

Program Pendidikan Karakter yang direncanakan atas kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sumbawa, STKIP Paracendekia NW Sumbawa, dan INOVASI NTB mulai aktif dilaksanakan. Pada Selasa hingga Kamis (17 – 19/05/22), acara pelatihan guru sebagai salah satu kegiatan dalam program tersebut akhirnya digelar di lima kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Lima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kecamatan Plampang, Kecamatan Lunyuk, dan Kecamatan Utan. Pelatihan pertama ini berkaitan dengan Pembelajaran Berbasis Level Kemampuan (TaRL) Siswa yang difokuskan pada pembelajaran literasi.

Kegiatan dimulai dengan acara pembukaan pada Selasa (17/05/2022) di Aula Hotel Grand Samawa, Sumbawa Besar. Dihadiri oleh 30 peserta yang sebagian besar merupakan fasilitator daerah Kabupaten Sumbawa, acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, M. Husnul Alwan, S.Ag.

Secara resmi Husnul membuka acara dengan memberikan penghargaan sekaligus menyemangati para fasda untuk menyukseskan tiap sekolah target pelatihan agar dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumbawa. “Kita sudah membentuk tim. Kita akan coba dorong sekolah-sekolah untuk tetap fokus dengan kurikulum merdeka. Kenapa? Karena sesuai dengan niat awal kita adalah Pendidikan Karakter. Apalagi sekarang standar nasional kita adalah pendidikan karakter, literasi, dan numerasi. Dan pelatihan saat ini, sejalan dengan konsep itu,” ujar Husnul.

Dalam acara pembukaan sekaligus pelatihan fasda pembelajaran ini, para pendamping fasda dari STKIP Paracendekia NW Sumbawa membekali fasda dengan materi-materi beserta pemaparan teknis lapangan mengenai TaRL. Materi-materi ini selanjutnya diimbaskan oleh masing-masing fasda pada guru-guru di lima kecamatan di Kabupaten Sumbawa pada Rabu hingga Kamis (18 – 19/05/22).

Turut serta memberikan materi serta pengalaman riil dari kegiatan fasda pembelajaran yang telah berlangsung di Bima, Annisah, M.Pd. dari STKIP Taman Siswa. Ia mengungkapkan, saat melaksanakan kegiatan pelatihan atau pemberdayaan, tidak cukup dari kompetensi (para fasda), tetapi juga harus dilengkapi dengan niat yang tulus, dengan kerja dari hati. “Karenya nyampenya itu di sana,” ujarnya.

Ia berharap para fasda pembelajaran tidak hanya berorientasi pada target dan materi yang perlu disampaikan pada guru, tetapi juga dapat menjadi bagian dari sekolah target. Hal ini agar fasda dapat merubah pola pikir guru terhadap proses pembelajaran literasi siswa.

Ketua Tim Pendamping Fasda, Assoc. Prof. Dr H. Iwan Jazadi, M.Ed., Ph.D. turut menambahkan ekspektasinya dalam praktik di lapangan. “Karena waktu pembelajaran (guru) nanti dua kali lebih panjang (dari hari pelatihan fasda), banyak praktik yang bisa kita lakukan sehingga bisa terukur menjadi rencana tindak lanjut yang realistis,” terang Prof Iwan.

Ia menyarankan agar tiap pendamping fasda dan fasda sendiri mempersiapkan tidak hanya dari materi pembelajaran, tapi juga kondisi tempat tujuan, alat belajar yang digunakan, hingga kesiapan diri dan kesehatan di tiap kegiatan lapangan.

Secara khusus, Kepala Sekolah SDN 1 Hijrah sekaligus salah satu fasda pembelajaran, Hadiatollah, S.Pd.SD berharap dengan persiapan yang matang ia dapat menyampaikan materi dengan lancar. “Saya ditugaskan menyampaikan materi Unit 2, untuk Penilaian Berbasis Level Kemampuan. Jadi mudah-mudahan dari yang sudah didapatkan,saya bisa mempersiapkan diri supaya tidak keteteran,” harapnya.  

Dengan demikian, kegiatan pelatihan guru di lima kecamatan di Kabupaten Sumbawa dimulai setelah acara pembukaan. Tiap kecamatan dikunjungi oleh satu tim beranggotakan seorang hingga dua orang pendamping dari STKIP Paracendekia NW Sumbawa dan dua hingga tiga orang fasda. Selain itu, empat guru kelas awal dari tiga perwakilan sekolah dasar dan satu madrasah ibtidaiyah di tiap kecamatan hadir sebagai peserta.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini berjalan lancar dengan berbagai antisipasi tantangan sebagaimana pengarahan pemateri dalam kegiatan pelatihan sebelumnya. Perwakilan peserta dari sekolah-sekolah pelosok memberikan respon positif terhadap kegiatan ini karena dirasa telah menambah informasi dan pengetahuan mereka terutama terkait pembelajaran literasi siswa.

Salah satu perwakilan guru dari SDN 2 Labuhan Sumbawa, Aenun Jariah, S.Pd. mengungkapkan, bahwa ilmunya sungguh luar biasa. “In syaa Allah kalau kita serius menerapkan ini, tidak akan ada lagi anak-anak yang tertinggal, tidak ada lagi anak-anak yang tersisihkan karena merasa dirinya kurang mampu. Orang tua pun akan terbantu dengan program ini. Ini adalah ladang pahala kita. Ayo kita lakukan dengan sepenuh hati,” ucapnya.

Tidak hanya rangkaian program pendidikan karakter ini mengutamakan penerapan pembelajaran literasi dengan metode TaRL, tetapi kedepannya, kegiatan-kegiatan lanjutan juga akan terfokus pada penerapan kurikulum merdeka berbasis nilai-nilai kebudayaan lokal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa diwakili Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Sudarli, M.Si menjelaskan, dengan adanya pelatihan ini, merupakan percepatan bagaimana para guru yang bermasalah menghadapi siswa di dalam satu kelas, dapat menanganinya satu per satu, dengan strategi mengelompokkan anak-anak dengan level yang sama. “Ini adalah suatu strategi percepatan. Ini adalah sesuatu yang luar biasa,” terang Sudarli.

Penulis: Safira Ladita

Editor: Dita Rezkia Utami

Foto: Dita Rezkia Utami

Sumber: https://pulausumbawanews.net/2022/05/20/sumbawa-gelar-pelatihan-pembelajaran-berbasis-level-kemampuan-tarl-untuk-guru-sekolah-dasar-dan-madrasah-ibtidaiyah/?fbclid=IwAR3YkMBmnD6RW3NyvIlodARr60096TQii1rKxNbuM7mk_eApmuU321GcewA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *