Sumbawa, UKM Multimedia dan Jurnalistik – Di tengah kesibukan civitas academica kampus STKIP Paracendekia NW Sumbawa, The GREEN Campus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Jumat (27/09) pekan lalu. Acara maulid Nabi SAW tahun ini bertema “Rahmat untuk Semesta, Ajaran Nabi untuk Dunia Modern”.
Acara maulid ini dihadiri oleh Ketua STKIP Paracendekia NW Sumbawa, Prof. H. Iwan Jazadi S.Pd., M.Ed., Ph.D., para pembantu ketua, serta perwakilan dosen-dosen dan staf kampus. Acara ini diramaikan juga oleh mahasiswa The GREEN Campus dan beberapa alumni yang berkesempatan hadir.
Acara dimulai dengan pembacaan shalawat nahdlatain yang dilanjutkan dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dan saritilawah oleh perwakilan mahasiswa. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia sekaligus Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Andi Rahman, yang menyampaikan ucapan terima kasihnya pada seluruh pimpinan, dosen, staf, mahasiswa, serta alumni yang telah hadir. Tidak lupa ia juga berterima kasih pada para panitia yang telah bertugas menyiapkan acara maulid tahun ini.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Dalam sambutannya, Prof. Iwan menuturkan tentang pentingnya keistiqomahan dan konsistensi sebagai manusia. Semua itu bisa dipetik dari keistimewaan Al-Quran sebagai kitab suci umat muslim, serta warisan terbaik yang diberikan nabi kepada umat manusia adalah agama Islam itu sendiri.
“Al-Quran alhamdulillah utuh. Satu-satunya yang terpelihara di bumi keasliannya, (juga) tidak ada ilmu yang bisa mengalahkan keilmiahan kehidupan di zaman Rasulullah SAW. Semua bisa jadi pembelajaran, Sebagai mahasiswa, ayo kita contoh mencari ilmu seperti zaman Rasulullah SAW,” tutur Prof. Iwan menyemangati mahasiswa.
Setelah sambutan Ketua STKIP Paracendekia NW Sumbawa, tibalah saatnya tausiyah maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Pembantu Ketua I Bidang Akademik, Bapak Muhammad Irham S.Pd., M.Pd. Beliau banyak menyampaikan tentang esensi maulid di mana Nabi SAW adalah rahmat untuk semesta alam dan kontribusi ajaran-ajarannya dalam dunia modern. Beliau memberikan banyak poin-poin penting terkait kenikmatan Islam. Tidak hanya itu, kenikmatan Islam juga dibarengi dengan kenikmatan Al-Quran yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, kenikmatan dilahirkannya nabi Muhammad SAW, serta tiga kenikmatan lainnya yang sering dilupakan yaitu nikmat keselamatan, nikmat ditutupnya aib, dan nikmat tidak bergantung pada orang lain.
“Ketika kita tenang, tidak gundah, itu adalah bagian dari nikmat yang agung. Sepatutnya kita bersyukur atas semua nikmat itu. Islam itu (adalah) keselamatan, kenyamanan yang dibarengi ketaatan. Dalam konteks dunia modern, Islam mengajak kita memperluas pandangan. Islam agama yang luas, jangan dipersempit. Ini (Islam) luwes, jangan dibuat kaku, “pesan Bapak Irham penuh semangat.
Dengan berakhirnya tausiyah tersebut, acara dilanjutkan dengan persembahan hiburan dari perwakilan mahasiswa yang kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama.
Penulis: Nina Sayangi (UKM M&J)
Foto: Hikma dan Faisal (UKM M&J)
Editor: Humas