Sumbawa, UKM Multimedia dan Jurnalistik – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Multimedia dan Jurnalistik STKIP Paracendekia NW Sumbawa, bekerja sama dengan Tilawati Cabang Sumbawa, sukses menggelar acara Pendidikan dan Pelatihan standardisasi Guru Al-Qur’an dengan Metode Tilawati pada Sabtu (28/12) hingga Minggu (29/12). Kegiatan yang berlangsung di kampus STKIP Paracendekia NW Sumbawa ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Neli Kusmawati, yang juga merupakan mahasiswa The GREEN Campus.
Acara ini berlangsung selama dua hari serta menghadirkan tokoh-tokoh penting di antaranya perwakilan Ketua MUI Sumbawa, Ust. Sujarwo, S.Pt., M.Si., Ketua IV PW NWDI NTB, Tgh. Mas’un, S.Pd., M.Pd., S.H., Ketua PC Tilawati Sumbawa, Ust. Alimin, Qh., S.Pd., M.Si., dan Ketua STKIP Paracendekia NW Sumbawa, Prof. H. Iwan Jazadi, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Pelatihan ini juga melibatkan lima tutor ahli dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari para calon guru Al-Qur’an.
Rangkaian Kegiatan Hari Pertama
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sajid Bahanan, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Semester I. Kemudian dilanjutkan dengan Sholawat Nahdatain yang dipimpin oleh Ihsan Ali Fauzi, mahasiswa Prodi PBI Semester V. Setelah itu, para peserta dan tamu undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Tilawati.
Pembukaan resmi acara dimulai dengan sambutan Ketua STKIP Paracendekia NW Sumbawa, Prof. H. Iwan Jazadi. Beliau mengapresiasi terlaksananya acara ini dan mendorong para peserta untuk serius mengikuti pelatihan, mengingat kesempatan ini sangat berharga. Ia juga berharap agar peserta dapat membentuk forum untuk terus mengembangkan kemampuan mereka dalam mengajar Al-Qur’an.
Perwakilan Ketua Umum MUI, Ust. Sujarwo, dalam sambutannya menyatakan rasa bahagia atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Mengajar Al-Qur’an adalah pekerjaan yang sangat mulia. Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri,” ujarnya.
Ketua IV PW NWDI NTB, Tgh. Mas’un, S.Pd., M.Pd., S.H., secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya dedikasi dalam mengajar Al-Qur’an, “Mengajar Qur’an memang tidak mudah, tetapi dengan kepercayaan dan tekad, semua bisa dilakukan.”
Acara pembukaan ditutup dengan doa oleh Ust. Ahmad Hanafi, S.Pd. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi metode Tilawati oleh para trainer, serta pelatihan intensif Jilid 1 hingga Jilid 6 yang berlangsung hingga sore hari pukul 17.00 WITA.
Rangkaian Kegiatan Hari Kedua
Pada hari kedua, kegiatan berlanjut dengan sesi microteaching dan munaqosyah. Para peserta berkesempatan mempraktikkan keterampilan mengajar Al-Qur’an secara langsung. Setelah sesi istirahat, shalat, dan makan (ishoma), kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknik munaqosyah dan evaluasi menyeluruh terhadap peserta. Adapun 6 peserta yang lulus dengan kategori bersyahadah yaitu Neli Kusmawati, Hani Fitriani, Miftachul Jannah, M. Muchlis, Amir, S.Pd.I., Ainun Jariyah, S.Psi., M.M.Inov.
Acara berlangsung hingga sore hari dan dirangkaikan dengan acara penutupan. Sebelum resmi ditutup, sambutan disampaikan oleh Ust. Ahmad Hanafi yang mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini dengan lancar. Beliau juga memberikan pesan kepada para peserta bahwa belajar Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk bakti kepada Rasulullah SAW. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa upaya belajar Al-Qur’an harus dilandasi dengan niat untuk menjadikannya sebagai ibadah.
“Ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan kita,” ujarnya penuh semangat.
Sambutan penutup berikutnya disampaikan oleh Ketua STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Prof. Iwan mengapresiasi pengurus cabang Tilawati atas terselenggaranya acara ini. Dalam kesempatan tersebut, Ketua STKIP juga meluncurkan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Paracendekia yang berlokasi di Kampus Hijau ini. Peluncuran ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan suasana kampus berbasis pendidikan Al-Qur’an.
Selain itu, kesan dan pesan juga disampaikan oleh salah satu peserta pendidikan dan pelatihan, saudara Dega Fikriady. Beliau, yang merupakan seorang pemimpin di sekolah dengan pengajaran Al-Qur’an menggunakan metode Wafa dengan lagu Hijaz, menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari metode Tilawati dengan nada Rost. Beliau mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan motivasi kepada peserta lainnya, “Jika kita memiliki niat yang kuat, maka insyaAllah kita pasti bisa. Jangan pernah merasa puas dengan apa yang sudah dicapai, teruslah belajar.”
Ia juga berharap agar kegiatan serupa terus diadakan bahkan dilengkapi dengan program-program lain yang dapat mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur’an.
Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Sebagai penutup, doa dipimpin oleh Sajid Bahanan yang memohon keberkahan dan kemanfaatan dari kegiatan ini.
Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan seluruh peserta dapat membawa ilmu yang telah dipelajari untuk diterapkan dan disebarkan di lingkungan masing-masing, demi membangun generasi yang cinta dan dekat dengan Al-Qur’an.
Penulis: Hikma Wulandari (M&J)
Foto: Nurhidayat (M&J)
Editor: Dita (Humas)