STKIP Paracendekia NW Sumbawa memiliki beberapa kelebihan.  Perguruan tinggi memiliki kelas kecil (20-25 mahasiswa) yang memungkinkan setiap mahasiswa dikenal dan dilayani secara individual sesuai kebutuhan masing-masing, di dalam kelas maupun di luar kelas. Perguruan tinggi ini membangun budaya dan atmosfir akademik bertaraf internasional dan berkarakter relijius. Kampus berada di lokasi sangat strategis: di jalan negara (jalur strategis darat Pulau Jawa, Bali, NTB da NTT), jalur tengah Pulau Sumbawa, titik tengah transportasi di Kabupaten Sumbawa dan Kota Sumbawa Besar dan sekitarnya, dengan jarak 6 km (atau 10 menit) dari bandara.

Perguruan tinggi ini memiliki fasilitas meliputi 20 ruang kelas, aula, sekretariat (kantor pimpinan, pengelola program studi, dan administrasi), ruang dosen, perpustakaan, Wi-Fi Id., laboratorium bahasa, laboratorium MIPA, bus antar jemput, kantin, masjid, panggung pentas, dan sarana olahraga. Di samping itu, perguruan tinggi ini juga menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa, dosen dan pimpinan dalam wilayah kampus yang berperan sebagai English Village (kawasan wajib berbahasa Inggris).

Secara umum, biaya hidup di Kota Sumbawa Besar terbilang tinggi dibanding kota-kota lain di Indonesia. Namun, bagi mahasiswa luar daerah yang memilih studi di perguruan tinggi ini disediakan penunjang efisiensi biaya hidup, antara lain asrama dengan biaya Rp 100.000,-/bulan, baik di dalam lingkungan kampus maupun yang nantinya dibangun di luar wilayah kampus, dan bus antar jemput mahasiswa dari pusat kota dengan tarif Rp 2.000,-/naik. Di samping itu, dalam lingkungan kampus, terdapat fasilitas kantin (dan rencana koperasi) yang melayani kebutuhan sehari-hari mahasiswa, misalnya makanan per bungkus dengan harga  Rp 5.000,- atau Rp 10.000,- per hari melalui kerjasama dengan pengelola kantin. Dengan demikian, dengan dana kurang lebih Rp 500.000,- per bulan, mahasiswa STKIP Paracendekia NW Sumbawa dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan layak termasuk tempat tinggal, transportasi, makanan, buku dan pakaian.  Mahasiswa lokal atau yang tinggal agak jauh kampus dari dapat menggunakan bus kampus (khusus rute pusat kota), dengan kendaraan sendiri, atau kendaraan angkutan umum antar kecamatan yang secara umum melalui depan kampus (dari enam jalur jalan berbeda).

Perguruan tinggi ini memiliki komitmen membangun budaya kampus. Secara akademik, mahasiswa ditekankan untuk mengikuti program asrama (min. 1 tahun) dengan penambahan 3 jam kuliah dengan tujuan membentuk karakter akademik dan integritas moral, dicirikan antara lain dengan penguasaan bahasa Inggris dan perilaku relijius mereka. Secara non-akademik, mahasiswa diberi kebebasan berhimpun dalam organisasi intra dan ekstra kampus sesuai minat mereka. Di samping itu, secara rutin setiap tahun, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan Festival Bahasa Inggris dan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika menyelenggarakan Festifal Matematika yang melibatkan siswa dan guru dari SD s.d. SMA. Dalam menyelenggarakan berbagai event, perguruan tinggi ini menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Provinsi NTB, beberapa perguruan tinggi,  berbagai lembaga pendidikan sekolah, dengan dunia usaha terutama hotel dan agensi travel, serta dengan lembaga pendidikan asing yaitu International Development Program-Australia, dan The International Education Foundation untuk penyelenggaraan TOEFL®ITP.